GUDEP UMMU KHAULAH
(SIAGA PUTRI SDN 06 KOTAPADANG)
Ummu Khaulah diambil sebagai nama Gugus Depan Siaga Putri SDN 06 Kotapadang, semangat kesatria yang dimiliki oleh Ummu Khaulah lah sebagai inspirasi pemberian nama gudep tersebut.
Untuk mengenal sosok Ummu Khaulah, berikut kami sampaikan kisah Ummu Khaulah yang akrab dijuluki Kesatria Berkuda Hitam. Siapa Ksatria Berkuda Hitam ini? Itulah Khaulah
binti Azur. Dia seorang muslimah yang kuat jiwa dan raga. Sosok tubuhnya tinggi
langsing dan tegap. Sejak kecil Khaulah suka dan pandai bermain pedang dan
tombak, dan terus berlatih sampai tiba waktunya menggunakan keterampilannya itu
untuk membela Islam bersama para mujahidah lainnya.
Diriwayatkan betapa dalam salah satu peperangan
melawan pasukan kafir Romawi di bawah kepemimpinan Panglima Khalid bin Walid,
tiba-tiba saja muncul seorang penunggang kuda berbalut pakaian serba hitam yang
dengan tangkas memacu kudanya ke tengah-tengah medan pertempuran. Seperti singa
lapar yang siap menerkam, sosok berkuda itu mengibas-ngibaskan pedangnya dan
dalam waktu singkat menumbangkan tiga orang musuh.
Panglima Khalid bin Walid serta seluruh
pasukannya tercengang melihat ketangkasan sosok berbaju hitam itu. Mereka
bertanya-tanya siapakah pejuang tersebut yang tertutup rapat seluruh tubuhnya
dan hanya terlihat kedua matanya saja itu. Semangat jihad pasukan Muslimin pun
terbakar kembali begitu mengetahui bahwa the Black Rider, di penunggang kuda
berbaju hitam itu adalah seorang wanita!
Keberanian Khaulah teruji ketika dia dan
beberapa mujahidah tertawan musuh dalam peperangan Sahura. Mereka dikurung dan
dikawal ketat selama beberapa hari. Walaupun agak mustahil untuk melepaskan
diri, namun Khaulah tidak mau menyerah dan terus menyemangati
sahabat-sahabatnya. Katanya, “Kalian yang berjuang di jalan Allah, apakah
kalian mau menjadi tukang pijit orang-orang Romawi? Mau menjadi budak
orang-orang kafir? Dimana harga diri kalian sebagai pejuang yang ingin
mendapatkan surga Allah? Dimana kehormatan kalian sebagai Muslimah? Lebih baik
kita mati daripada menjadi budak orang-orang Romawi!”
Demikianlah Khaulah terus membakar semangat para
Muslimah sampai mereka pun bulat tekad melawan tentara musuh yang mengawal
mereka. Rela mereka mati syahid jika gagal melarikan diri. “Janganlah saudari
sekali-kali gentar dan takut. Patahkan tombak mereka, hancurkan pedang mereka,
perbanyak takbir serta kuatkan hati. Insya Allah pertolongan Allah sudah dekat.
Dikisahkan bahwa akhirnya, karena keyakinan
mereka, Khaulah dan kawan-kawannya berhasil melarikan diri dari kurungan musuh!
Subhanallah…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar